Sosial Masyarakat

PENDIDIKAN


pendidikan-1

Rasio Murid terhadap Sekolah dan Guru di Kabupaten Teluk Wondama Tahun 2010

 

Pembangunan pendidikan dalam 3 tahun tahun terakhir telah memberikan perubahan-perubahan perkembangan terhadap gambaran kondisi umum pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama. Kondisi pendidikan mengalami kemajuan baik peningkatan pada aspek kualitas pendidikan maupun peningkatan kuantitas pada aspek sumber daya; sarana dan prasarana, ketenagaan dan kemampuan dana pendidikan.

Secara umum capaian kinerja pembangunan pendidikan telah meningkatkan akses pendidikan; Angka Partisipasi anak sekolah meningkat sangat signifikan pada semua level pendidikan demikian juga terhadap aspek pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Teluk Wondama.

 

Perkembangan Jumlah Siswa di Kab. Teluk Wondama

 

 

Perkembangan JUMLAH MURID Sekolah

TK

SD

SMP

SMA/K

TOTAL

2010

243

5.548

1.446

397

7.634

2009

189

5.144

1.356

328

7.017

2008

134

5.007

983

n.a

n.a

2007

85

4.283

637

n.a

n.a

Sumber: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, 2010

 

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa terjadi penambahan jumlah siswa di semua jenjang pendidikan. Prosentase penambahan paling besar terjadi pada tingkat SD, sedangkan terkecil perubahannya terjadi untuk siswa SMA/SMK. Perubahan berupa muridpeningkatan angka-angka jumlah peserta didik ini, menunjukkan adanya indikasi perubahan pola berpikir masyarakat tentang pentingnya sekolah bagi anak-anaknya. Hal ini juga diindikasikan adanya perubahan fondasi ekonomi keluarga untuk mengurangi tenaga kerja anak.

Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia, juga dilakukan melalui program pemberian bantuan pendidikan dan beasiswa pendidikan kepada putra-putri Teluk Wondama.

Sebagian dana pendidikan dialokasikan untuk membantu mahasiswa yang sedang menempuh studi di Wasior maupun di berbagai daerah lainnya seperti Manokwari, Sorong, Jayapura, Makassar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.

Perkembangan yang sama terjadi pada jumlah institusi pendidikan dan prasarana penunjang pendidikan yang meningkat cukup pesat dari tahun ke tahun, terutama penambahan institusi pendidikan pada distrik-distrik yang sebelumnya tidak memiliki akses pendidikan dasar.

Pendidikan Pra-Sekolah yang mulai digiatkan pada tahun 2007 melalui kebijakan Pendidikan Wajib 11 tahun (WAJAR 11 tahun) yang memasukan pendidikan PAUD dan TK, telah meningkatkan akses anak sekolah dan menambah jumlah.

 

sekolahIndikator lain yang dapat menggambarkan kinerja pendidikan adalah rasio murid-guru, murid-ruang kelas, dan murid-sekolah. Secara umum ratio mengalami peningkatan dan mencapai kondisi ideal, namun masih lemah dalam aspek pemerataan di seluruh sekolah dan wilayah; masih terdapat sekolah-sekolah yang sarana dan prasarana belum tersedia dan dalam kondisi yang kurang layak mendukung proses pendidikan terjadi secara optimal.

Pada tahun 2008 hingga tahun 2010 terjadi peningkatan yang cukup besar pada aspek manajemen pendidikan di sekolah. Di tingkat kabupaten, perencanaan berbasis data dan implementasi program-program pendidikan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan. Sistem pengelolaan data pendidikan dan ketersediaan data semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Monitoring dan supervisi ke sekolah-sekolah juga dilaksanakan melalui pendayagunaan pengawas sekolah. Di tingkat sekolah, manjemen berbasis sekolah mulai diterapkan meskipun belum dilaksanakan di semua sekolah.

 

KESEHATAN

Perkembangan Pembangunan dan Pelayanan kesehatan masyarakat di kabupaten Wondama dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 mengalami berbagai peningkatan. Hal yang tentunya berdampak logis pada telah terjadinya peningkatan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Indikasi perubahan peningkatan status kesehatan terlihat dari meningkatnya indikator usia harapan hidup.

Kondisi pada tahun 2010 dengan jumlah kematian yang ada meskipun telah menunjukkan perkembangan namun tetap masih menempatkan posisi ibu dan anak rumahsakitdalam situasi yang beresiko terhadap melahirkan. Ratio ini diperkirakan masih jauh diatas angka nasional. Status gizi buruk dan kurang pada ibu hamil, bayi dan balita masih menunjukan tingkatan yang cukup tinggi.

Secara menyeluruh meskipun terjadi peningkatan, tetapi dengan kondisi pencapaian 2010 tetap masih mencerminkan bahwa status kesehatan masyarakat Kabupaten Wondama masih rendah. Tingkatan pencapaian masih jauh di bawah pencapaian angka rata-rata nasional.

Angka kesakitan dan pola penyakit di tahun 2010 masih mencerminkan bahwa malaria sebagai penyakit paling dominan, disusul infeksi saluran pernapasan bagian atas ( ISPA) sebesar. Penyakit-penyakit lain yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Teluk Wondama dan menjadi keluhan utama masyarakat antara lain ; TBC / Suspect TB dan paling mendominasi rujukan penderita, penyakit kulit dan jaringan, penyakit saluran pencernaan dan diare mencapai.

Sampai dengan tahun 2010, Rumah Sakit Umum Kabupaten Teluk Wondama telah beroperasi dengan baik. Pelayanan kesehatan masih dilakukan melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Poliklinik Desa/Kampung.

Selain fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, terdapat beberapa fasilitas pelayanan kesehatan swasta yaitu Balai Pengobatan dan klinik kesehatan (setingkat puskesmas) serta balai pengobatan (setingkat puskesmas pembantu). Pelayanan kesehatan swasta relatif belum berkembang dan belum terdapat dokter praktek swasta maupun Bidan praktek swasta di Teluk Wondama.

Peningkatan yang cukup besar pada aspek sumberdaya kesehatan belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan yang signifikan pada aspek cakupan pencapaian pelayanan masyarakat khususnya terhadap program prioritas Kesehatan Ibu dan Anak, Imunisasi dan Pemberantasan Penyakit Menular.

Capaian program meskipun cenderung meningkat tetapi masih jauh dibawah rata-rata kategori baik.

Pelayanan kesehatan yang bersifat preventif juga masih rendah cakupannya antara lain : pencegahan malaria, diare, dan penyakit-penyakit infeksi lainnya. Kondisi yang sama terjadi pada cakupan pelayanan KIA yang belum mampu memberikan tingkatan perlindungan yang optimal bagi ibu – anak, serta belum optimal mengkondisikan tingkatan perlindungan dan tumbuh kembang anak yang optimal.

 

Banyaknya Tenaga Kesehatan yang Bertugas di Puskesmas menurut Distrik, 2010

Distrik Jumlah Puskesmas Dokter Paramedis Non Medis Jumlah
Perawat Non Perawat
 Naikere - - - - - -
 Wondiboy 1 2 17 3 5 28
 Rasiey - - - - - -
 Kuri Wamesa - - - - - -
 Wasior 1 10 27 8 8 54
 Teluk Duairi 1 2 8 2 3 16
 Roon - - - - - -
 Windesi 1 3 10 1 4 18
 Nikiwar - - - - - -
 Wamesa 1 2 4 2 2 11
 Roswar - - - - - -
 Rumberpon 1 2 7 2 3 15
 Soug Jaya - - - - - -
 Jumlah 6 21 73 18 25 143
2009  6 29 109 28 33 205
2008 
6 27 72 - 26 131
2007 
- - - - - -

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama

Support

Bappeda
Humas
Infokom

Pusat Download

30 November 2012  
PPH 200 th 2011
30 November 2012  
PP no 11 th 2009
30 November 2012  
Revisi undang undang pendidikan tahun 2009
30 November 2012  
Contoh Keterangan