Profil Ekonomi


KONDISI PEREKONOMIAN DAERAH

ekonomi

Kebijakan pembangunan Kabupaten Teluk Wondama di bidang ekonomi, diarahkan di masa depan menjadi ekonomi daerah yang mandiri. Konsepsi ini dimaksudkan bahwa ekonomi daerah yang diharapkan terbentuk adalah ekonomi dengan landasan dan struktrur yang kokoh berbasis pada ekonomi kerakyatan yang didukung dengan kemampuan dan kekuatan fiskal daerah.

Pengurangan ketergantungan terhadap dana transfer dan sumber pembiayaan pemerintah menjadi salah satu upaya yang dikembangkan menuju kemandirian ekonomi, disisi lain, kekuatan ekonomi melalui peningkatan PDRB per-kapita rakyat diharapkan berkembang dari usaha produktif dan mandiri masyarakat, swasta dan dunia usaha. Arah dan Kebijakan ini dibangun atas sebuah kondisi bahwa terdapat cukup besar baik jenis dan jumlah potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Teluk Wondama, yang akan memberikan pengaruh yang positif terhadap ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan perkapita penduduk, ketika kebijakan dan upaya program dapat secara tepat dan bijaksana ditetapkan.

Secara umum kondisi perekonomian Kabupaten Teluk Wondama, bertumbuh dan berkembang pesat baik dari aspek kemampuan penerimaan dan pembiayaan pemerintah daerah maupun peningkatan pendapatan per kapita masyarakat, dan perubahan pola dan peningkatan kontribusi per-sektor perekonomian serta peningkatan PDRB yang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

Secara khusus beberapa kondisi yang berperan positif terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah adalah ketersediaan berbagai sumber daya, dan beberapa diantaranya merupakan keunggulan-keunggulan yang memiliki potensi sangat besar terhadap peningkatan ekonomi kabupaten.


Keuangan

Pertumbuhan Ekonomi/ PDRB
prdb
Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Dirinci menurut Lapangan Usaha (Dalam Jutaan Rupiah) Kabupaten Teluk Wondama, 2006-2010


Pertumbuhan ekonomi yang stabil akan mendukung terciptanya kondisi perekonomian yang baik dan stabil juga. Dalam kurun 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Teluk Wondama dalam kondisi yang baik. Perekonomian Kabupaten Teluk Wondama selama tahun 2010 menunjukkan kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari beberapa sektor yang mengalami percepatan pertumbuhan.

Kondisi Ekonomi daerah berdasarkan pola dan kontribusi menurut struktur perekonomian pada tahun 2010 menunjukan terjadinya peningkatan pada seluruh sektor. Sektor Pertanian di kabupaten Teluk Wondama yang didominasi oleh sub-sektor kehutanan dan perikanan masih tetap merupakan sektor utama yang memberikan sumbangan terhadap PDRB daerah.

Urutan kedua komposisi peranan sektor ekonomi terhadap PDRB kabupaten, adalah sektor bangunan, yang terus mengalami peningkatan peran.

briSektor Jasa-Jasa dan Industri Pengolahan menempati urutan ketiga pembentuk PDRB kabupaten pada tahun 2010.

Sektor-sektor lainnya ikut mengalami peningkatan yang relatif kecil dengan tingkatan pertumbuhan yang konstan. Sektor Listrik dan Air bersih merupakan sektor yang terkecil perannnya terhadap pembentukan PDRB kabupaten.

Secara umum, kondisi ekonomi menurut peran per kelompok sektor ekonomi, diperoleh bahwa ; sektor primer masih diurutan pertama, disusul kelompok sektor sekunder dan tertier.

PDRB per kapita selalu digunakan sebagai indikator kemakmuran masyarakat, semakin tinggi nilai PDRB per kapita di suatu daerah maka semakin tinggi pula tingkat kemakmuran di daerah tersebut. PDRB per kapita atas harga berlaku (AdHB) berguna untuk menunjukkan nilai PDRB per kapita atau nilai PDRB untuk satu orang penduduk. Sedangkan PDRB atas harga konstan 2000 (AdHK 2000) berguna untuk mengetahui pertumbuhaan riil ekonomi per kapita penduduk di suatu daerah.

 

Pendapatan Perkapita Regional Kabupaten Teluk Wondama Tahun 2008-2010

No Keterangan 2008 2009 2010
1  Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun 24.643 25.507 26.321
2  PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Jutaan rupiah) 296.018 353.569 371.195
3  PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Jutaan rupiah) 161.995 180.001 180.105
4  PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (Rupiah) 12.012.244 13.861.629 14.102.614
5  PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan (Rupiah) 6.573.680 7.056.944 6.842.620
6  PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga BerlakuDalam Sebulan (Rupiah) 1.001.020 1.155.136 1.175.218
7  PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan Dalam Sebulan (Rupiah) 547.807 588.079 570.218

Sumber : BPS Propinsi Papua Barat


PDRB per kapita di Kabupaten Teluk Wondama baik berdasarkan harga berlaku maupun berdasarkan harga konstan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

warungPDRB per kapita berbeda dengan pendapatan per kapita yang sampai saat ini belum dapat diperoleh datanya dari BPS Kabupaten Teluk Wondama `maupun sumber data lainnya. Data nasional menunjukkan bahwa pendapatan perkapita rata-rata masyarakat Indonesia sebesar US$ 2.883 (dengan kurs 1 dollar US sama dengan 9.000 rupiah, maka pendapatan per kapita rata-rata masyarakat Indonesia mencapai kira-kira Rp. 25,95 juta).

Kontribusi sektor dalam PDRB atas dasar harga konstan 2000 juga menunjukkan hal yang sama bahwa sektor pertanian masih memberikan sumbangan tertinggi. Sektor yang mempunyai sumbangan di posisi kedua dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun adalah sektor. Sektor lain yang juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun adalah sektor jasa, sektor perdagangan-hotel-restauran dan sektor keuangan-sewa-jasa usaha. Sementara sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor listrik gas dan sektor angkutan dan komunikasi perkembangannya masih naik-turun.

 

Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2006 – 2010

Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Teluk Wondama

No Keterangan 2008 2009 2010
1 Pertanian 126.260,49 139.518,21 140.565,03
2 Pertambangan dan Penggalian 839,65 994,64 1.107,51
3 Industri Pengolahan 1.718,77 2.051,02 2.108,32
4 Listrik dan Air Bersih 103,59 113,58 109,90
5 Bangunan 14.088,34 16.518,61 13.211,23
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 8.435,50 9.137,75 9.423,64
7 Pengangkutan dan Komunikasi 2.311,86 2.646,20 3.309,35
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 2.235,55 2.274,41 2.445,78
9 Jasa-Jasa 6.001,44 6.747,07 7.823,86
  PDRB 161.995,19 180.001,48 180.104,60

Sumber: BPS Kabupaten Teluk Wondama, 2010


talut-1Apabila dicermati lebih lanjut bahwa pertanian yang merupakan sektor primer mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sektor sekunder yang meliputi pertambangan, sektor industri pengolahan, listrik gas dan air bersih serta bangunan keadaanya masih fluktuatif ada yang naik dan yang turun. Sementara sektor tersier yang meliputi perdagangan, hotel, restoran dan jasa mempunyai kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun.

Support

Bappeda
Humas
Infokom

Pusat Download

30 November 2012  
PPH 200 th 2011
30 November 2012  
PP no 11 th 2009
30 November 2012  
Revisi undang undang pendidikan tahun 2009
30 November 2012  
Contoh Keterangan