Peluang Investasi

 

 

1.  Mata Pencaharian Penduduk

Sebagian besar penduduk di kampung-kampung di Kabupaten Teluk Wondama bermata pencaharian sebagai nelayan dan peramu yang diselingi dengan bertani dan berburu.

Sebagai nelayan, peralatan yang dipergunakan umumnya sederhana, yaitu perahu tradisional yang memiliki kapasitas dan kemampuan jelajah sangat rendah disertai pancing dan alat penikam.

Sedangkan dalam bertani umumnya yang dilakukan adalah usaha tani sederhana dimana pemeliharaan dan pemupukan jarang dilakukan. Jenis tanaman yang ditanam biasanya terbatas pada tanaman pangan, seperti: singkong (kasbi), ubi jalar (petatas), dan keladi.

Adapun dalam melakukan perburuan, teknik yang digunakan adalah dengan menjerat atau dengan berburu langsung menggunakan tombak dan panah dengan dibantu beberapa ekor anjing. Jenis hewan yang diburu antara lain: rusa dan babi hutan.

Kegiatan lain yang banyak dilakukan untuk memperoleh pendapatan tambahan adalah melakukan penyulingan minyak lawang yang biasanya dilakukan secara berkelompok.

 

2.  Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

kebunKabupaten Teluk Wondama memiliki iklim dan lahan yang potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Usahatani yang ada umumnya masih berupa usahatani sederhana atau belum intensif sehingga produktivitasnya pun masih relatif rendah.

 

 

   Produksi Buah-buahan di Kabupaten Teluk Wondama, 2010

 pertanian

                              Sumber : Teluk Wondama Dalam Angka, 2011.

 

Jenis tanaman yang diusahakan oleh masyarakat, antara lain: ubi-ubian, padi sawah, jagung, kacang tanah, kacang hijau, sayuran, dan buah-buahan. Diantaranya, produksi yang menonjol adalah ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan kacang-kacangan. Luas panen dan produksi beberapa tanaman dapat dilihat pada Tabel berikut.

 

                  Luas Panen dan Produksi Beberapa Tanaman Pangan dan

           Hortikultura Tahun 2010

No.

Jenis Tanaman

Luas (Ha)

Produksi (Ton)

Produktvitas (Ton/Ha)

1.

Ubi Kayu

245,00

2.541,00

10,37

2.

Ubi Jalar

266,00

2.719,00

10,22

3.

Padi Sawah

201,00

621,00

3,09

4.

Jagung

121,00

180,00

1,49

5.

Kacang Tanah

98,00

99,00

1,01

6.

Kacang Kedelai

46,00

50,00

1,09

7.

Kacang Hijau

14,00

11,00

0,79

8.

Kacang Panjang

6,00

9,00

1,50

Sumber: Teluk Wondama Dalam Angka 2011.

 

3.  Perkebunan

Seperti halnya dengan pertanian tanaman pangan, potensi perkebunan di Kabupaten Teluk Wondama juga belum tergarap sepenuhnya. Di dataran Wosimi – Inyora (wilayah Distrik Wasior Selatan dan Wasior Barat) masih tersedia lahan untuk pengembangan perkebunan seluas 40.000 Ha.

Tanaman perkebunan yang kini telah diusahakan antara lain: kakao, kopi, kelapa, dan melinjo. Kakao diusahakan baik oleh perkebunan swasta maupun perkebunan rakyat. Luas perkebunan SADP sekitar 75 Ha dengan produksi rata-rata 9,04 ton/ha. Adapun luas tanam dan produksi perkebunan rakyat pada tahun 2010 adalah seperti tertera sebagai berikut.

 

 

Luas Tanam dan Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat Tahun 2010.

No.

Jenis Tanaman Perkebunan

Luas Tanam (Ha)

Produksi (Ton)

Rata-Rata

Produksi

1.

Kelapa

227,7

3.754

16,49

2.

Kelapa Sawit

-

-

-

3.

Coklat

742

158.100

213,07

4.

Kopi

1,4

4.200

3000,00

5.

Cengkeh

0,7

420

600,00

6.

Pala

10,2

6,12

0,60

7.

Pinang

117

68,4

0,58

Sumber: Teluk Wondama Dalam Angka 2011.

 

4.  Peternakan

Jenis ternak yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama terdiri dari ternak besar, ternak kecil, dan unggas. Ternak besar dan kecil meliputi: sapi, kambing, rusa dan babi. Sedangkan unggas antara lain: ayam kampung, ayam ras, dan bebek.

 

 

Jumlah Produksi Peternakan Tahun 2008-2010 beserta Rata-rata Harga Tahun 2010

 

No. Komoditi Jumlah Produksi (Ton) Rata-rata Harga/Ekor Tahun 2010 (Rp)
2008 2009 2010
1  Sapi - - 123 7.000.000
2  Babi 135 143 132 3.500.000
3  Rusa 157 178 - -
4  Kambing - - 54 500
5  Ayam Kampung - - 4.371 75
6  Ayam Ras Pedaging 800 1.2 - -
7  Bebek - - 123 100

Sumber: Teluk Wondama Dalam Angka 2011.

 

 

5.  Kehutanan

Hasil Hutan Kabupaten Teluk Wondama meliputi antara lain: kayu bulat dari jenis Merbau, Matoa dan kayu indah untuk meubelair. Hasil hutan ikutan lainnya antara lain: rotan, gaharu, masoi, kayu lawang, bambu dan sagu.

 

 

Jumlah Produksi Kehutanan Tahun 2008-2010 beserta Rata-rata Harga Tahun 2010

dirinci menurut Komoditi

 

No. Komoditi Jumlah Produksi (Ton) Rata-rata Harga Tahun 2010 (Ribu Rp)
2008 2009 2010
1  Kulit Masohi (Ton) - - 22,00 15,000
2  Kulit Lawang (Ton) - - 4,00 5
3  Kayu Gaharu (Kg) - - 1.050,00 370
4  Kayu Bakar (m3) 34.150,00 30.250,00 80,26 5
5  Kayu Gelondongan (m3) 13.507,34 - 22.787,56 2.2
6  Rotan (Ton) - - - -
7  Arang - - 61 2

Sumber: Teluk Wondama Dalam Angka 2011.

 


6.  Perikanan

perikananSektor perikanan, khususnya perikanan laut, sangat potensial di Kabupaten Teluk Wondama. Ini karena kawasan perairannya yang luas dan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Komoditas perikanan yang bernilai ekonomi antara lain: ikan tuna, pelagis, teripang, bia lola, lobster, dan sirip hiu.

 

 

 

 

 

        Jumlah Produksi Perikanan Tahun 2008-2010 dirinci menurut Komoditi

No. Komoditi Jumlah Produksi (Kg)
2008 2009 2010
1  Manyung - - -
2  Ikan Sebelah - - -
3  Ekor Kuning 1.77 10.9 400
4  Selar 3.8 10.46 -
5  Kuwe 2.73 8.84 -
6  Layang 2