Infrastrukur

KONDISI INFRASTRUKTUR DASAR

talutSebagai bagian dari pembangunan daerah, pembangunan infrastruktur, utamanya infrastruktur dasar di kabupaten diselenggarakan guna memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan umum, baik secara kuatitas maupun kualitas , termasuk didalamnya pertimbangan atas aspek pemerataan. Ketersediaan infrastruktur yang memandai dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi kabupaten.

Pembangunan infrastruktur menjadi sedemikian pentingnya karena merupakan :

1. Tulang punggung produksi dan pola distribusi barang dan penumpang serta mobilitas penduduk;

2. Perekat utama kesatuan antar wilayah (distrik dan kampung);

3. Pemicu pembangunan dan pertumbuhan kawasan;

4. Pembuka keterisolasian daerah / wilayah

5. Salah satu prasyarat kesuksesan pembangunan di berbagai sektor lain, dan salah satu parameter keberhasilan pembangunan secara keseluruhan.

 

jalan kotaInfrastruktur Dasar utama dimaksud antara lain ; Transportasi (Darat, Laut dan Udara), Energi dan Kelistrikan, Telekomunikasi, Perumahan dan Pemukiman serta Sumber Daya Air.

Sampai dengan kondisi tahun 2010, kondisi infrastruktur dasar di Teluk Wondama belum dapat memenuhi seluruh kepentingannya bahkan dapat dikatakan masih jauh dari kondisi yang dibutuhkan. Permasalahan terjadi bukan saja pada aspek kuantitas tetapi juga dari aspek kualitas dan pemerataannya antar wilayah, serta harmonisasi dan keterpaduan antar sektor pembangunan di kabupaten dalam mendukung aktifitas rakyat dan ekonomi. Karakteristik geografis distrik dan kampung yang terpisah melalui laut, banyak sungai dan daerah pegunungan, serta pola tinggal yang terpencar menjadi kendala tersediri dalam pencapaian dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

 

 

 

 

Transportasi Darat

 

alunalunTotal ruas jalan yang terindentifikasi di kabupaten Teluk Wondama hingga tahun 2010 sepanjang 462.09 km. Dari jumlah ini yang telah di aspal sepanjang 18,42 km, jalan padat agregrat (JAPAT).   sepanjang 288,57 km, sisanya merupakan jalan tanah.

 

 

 

 

 

 

 

                              

 

 

 

Panjang Jalan di Kabupaten Teluk Wondama

dirinci menurut Jenis Permukaannya, 2010

No. Jenis Permukaan 2009 2010
Panjang Persentase Panjang Persentase
1 Diaspal 16,42 3,64 18,42 3,99
2 Kerikil 282,57 62,57 288,57 62,45
3 Tanah 152,60 33,79 155,10 33,56
4 Tidak Dirinci - - - -
  Jumlah 451,59 100,00 462,09 100,00

                          

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Teluk Wondama

 

peta jaringanSedang dibangun jalan trans Wasior – Windesi – Manokwari. Panjang ruas yang telah dikerjakan lebih dari 92 Km dan diarahkan melalui kawasan permukiman dan wilayah potensial. Selain itu juga direncanakan peningkatan ruas jalan Wasior – Tandia (wilayah selatan) dan Wasior – Wasior Utara (wilayah utara). Pemerintah Kabupaten juga memandang penting rencana pembangunan jaringan jalan Windesi – Nabire, Fak-Fak, Kaimana karena akan menghubungkan daerah-daerah potensial di Kabupaten Teluk Wondama, Fak-Fak, Kaimana, dan Nabire.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelabuhan Laut/Dermaga

dermaga wasiorDi Kabupaten Teluk Wondama terdapat dua pelabuhan laut, yaitu di Wasior dan di Windesi. Dermaga Wasior berukuran 70 x 8 meter, konstruksi beton, kedalaman 10,5 meter dan kapasitas 1.500 DWT. Adapun Dermaga Windesi berukuran 73 x 8 meter, konstruksi beton dan berkapasitas 1.500 DWT.

Kedua pelabuhan ini telah ditingkatkan agar dapat disandari oleh kapal dengan bobot lebih besar seperti kapal penumpang Pelni.

Hingga tahun 2010 belum ada penambahan jumlah dermaga laut/sungai yaitu baru terdapat 2 dermaga laut yang dimanfaatkan untuk pelayanan penumpang umum dan barang, yaitu Dermaga Wasior dan Dermaga Windesi yang dapat disandari oleh kapal seukuran kapal penumpang Pelni dan Kapal Barang lainnya. Kondisi pelabuhan di beberapa distrik pantai dan pesisir masih belum tersedia dan belum dapat disandari oleh kapal-kapal niaga dan penumpang, sehingga akses di distrik-distrik tersebut dan sebagian besar kampung hanya dipenuhi melalui jetty-jetty (dermaga kecil) terbuat dari kayu.  

Selama Tahun 2010, tercatat 3 kapal penumpang dan niaga yang rutin melayani jalur dari luar kabupaten menuju Wasior dan sebaliknya.

Jika dibandingkan terhadap kondisi tahun-tahun sebelumnya maka terjadi perkembangan yang sangat tinggi dalam aktifitas kepelabuhanan baik akses transportasi barang dari luar ke ibukota kabupaten maupun aktifitas perpindahan masyarakat yang lebih tinggi aksesnya. Namun demikian secara keseluruhan kondisi ketersediaan infrastruktur pelabuhan laut belum memadai dan belum merata.

 

Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Wasior, 2010

 transportasi

Sumber : Teluk Wondama dalam angka 2011

 

 

Bandar Udara dan Transportasi Udara

 

bandaraKondisi akhir infrastruktur transportasi udara dan moda transportasi jenis ini adalah bandar udara Wasior. Bandar udara Wasior ini berada pada ketinggian 16 meter di atas permukaan laut dengan panjang Landasan 900 meter dan lebar landasan 30 meter mampu didarati oleh pesawat jenis DHC-6 atau twin otter.

Frekwensi rata-rata penerbangan dari dan ke Manokwari 1 kali sehari. Akses penerbangan dari Wasior ke wilayah belum tersedia secara reguler sehingga penjangkauan dilakukan melalui sistem charteran pesawat misionaris AMA dan MAF.

 

 

 

 

 

 

 

Pos dan Telekomunikasi

kantor posHingga tahun 2010 kondisi infrastruktur telekomunikasi dan pelayanan pos di kabupaten Teluk Wondama masih sangat terbatas. Terdapat 1 Kantor Pos dan Giro di Wasior dan 1 (satu) Kantor Pos Desa yang terdapat di Windesi.

Jaringan telepon statis (PSTN) tidak terdapat di daerah ibukota Teluk Wondama. Pemenuhan kebutuhan telekomunikasi saat ini terpenuhi melalui jaringan telepon seluler yang berkembang pesat sejak tahun 2006. Sebagian besar distrik dan kampung lainnya tidak memiliki akses komunikasi, kecuali melalui radio SSB yang terpasang di kantor pemerintah dan jaringan komunikasi lainnya melalui satelit swasta.

Sarana telekomunikasi yang ada saat ini meliputi:

- Telepon mobile/seluler (Telkomsel)

- SSB

- Wartel telepon satelit

- Warnet

Jangkauan untuk telepon selular (Simpati) terbatas di Wasior dan sekitarnya sampai ke Raisiey. Sedangkan untuk SSB, dari 11 unit yang ada, 7 unit diantaranya tersebar di distrik-distrik (tiap distrik 1 unit) dan 5 unit lainnya pada instansi/Dinas.

telkomsel