Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama Minta Keluarga Terapkan Budaya Hidup Bersih untuk Mencegah Stunting

31 Oktober 2019 / upload by natan / Berita Terkini

Rasie,Teluk Wondama -  Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama Denny Simbar mengajak semua elemen masyarakat termasuk yang tinggal di kampung ikut berperan aktif mencegah terjadinya stunting atau gizi buruk pada anak dan balita.

Sejalan dengan program nasional konvergensi stunting, menurut Simbar, Pemkab Wondama saat ini juga fokus terhadap upaya pencegahan terjadinya kasus gizi buruk.

“Kita pastikan anak-anak balita kita di Wondama tidak terkena gizi buruk. Jaman sekarang ini  kalau masih ada gizi buruk, Pemda patut dipertanyakan, pemerintah distrik, OPD terkait dan kita semua, “ ucap Simbar saat membuka kegiatan bakti sosial dan pengobatan massal yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) di kampung Dusner dan Siwosawo, Distrik Kuri Wamesa, Kamis (31/10/2019).

Dikatakan Sekda, peran serta dalam pencegahan stunting bisa dimulai dari hal-hal kecil  dan sederhana di dalam keluarga. Misalnya dengan menerapkan pola hidup sehat dengan membiasakan minum air yang bersih, cuci tangan sebelum makan,  mandi secara rutin serta makan makanan yang sehat dan bersih.

“Harapan kita semua, keluarga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa mendidik anak dengan baik  sehingga tidak ada kena gizi buruk.  Itu Tanggung jawab kita semua, bagaimana menerapkan pola hidup sehat, “ ujar Simbar.

“Kalau sudah anak-anak yang terkena gizi buruk, apalah harapan masa depan mereka. Pemerintah mencanangkan pembangunan SDM, anak-anak kita ke depan haruslah anak yang berpikiran cerdas, harus sekolah dengan baik tapi kalau sudah kena gizi buruk berarti sarafnya terganggu dan masa depannya akan suram, “ lanjut mantan asisten Sekda Kabupaten Jayapura, Papua ini.

Dalam rangka pencegahan stunting, Sekda juga mendorong para kepala kampung agar menyediakan anggaran lewat dana desa untuk mendukung peningkatan gizi anak dan balita maupun para ibu hamil dan menyusui.

“Jadi tolong dalam APBK (anggaran pendapatan dan belanja kampung) itu dianggarkan untuk pemberian makanan tambahan. Jadi Dinas (terkait) mengadakan apa, di kampung mengadakan apa, “ pesan Simbar. (Ztb)