Penerimaan CPNS Tertunda : Penerimaan CPNS Di Wondama tahun ini Prioritaskan Guru dan Tenaga Medis

12 Februari 2019 / upload by yohanes / Berita Terkini

Wondama, Pernerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (PCPNS) Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Provisi Papua barat yang dikabarkan pada bulan Februari tahun ini kini tertunda lagi, penundaan tersebut merupakan kesepakatan rapat pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jayapura pekanlalu. Hal ini diutarakan kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Teluk Wondama, Ujang Waprak kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya siang tadi, Senin, (11/2)

“Dengan banyak pertimbangan penerimaan CPNS tidak dilakukan di bulan Februari tetapi diundurkan kebulan Maret, sebab banyak pertimbangan waktu. Penerimaan CPNS akandi diumumkan bulan Maret mendatang ini merupakan hasil kesepakatan pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat. setelah kesepakatan Papua dan papua barat disepakati akan dibuat surat  oleh kedua gubernur papua dan papua barat untuk mengusulkan usulan-usulan kedua Provinsi ini ke kemenpan, setelah disetujui oleh kemenpan baru diedarkan gubernur tentang waktu dan pelaksanaan penerimaan pegawai negeri kepadabupati dan walikota se-papua dan papua barat kita semua memberikan pertimbangan para sekda dan kepala dan diselah-selah pengumuman itu baru ada pendaftaran,” ujarWaprak.

Waprak juga mengaku BKD juga berkewajiban membantu para calon pendaftar yang masih minim mengoperasikan computer.” kewajiban kita di BKD itu membantu teman-teman kita yang kurang dalam mengakses untuk pendaftaran dan kita berikan informasi tentang pendaftaran dan berapa kuotanya. Penambahan kuota tidak ada tetap 300 ,tetapi 80 persen untuk papua dan 20 persen untuk non Papua itu jelas, tesnya kita gunakan sistem rengking kepada orang aslipapua (OAP) dan non OAP,”kataWaprak.

Dia juga merincikan setiap farmasi yang dibuka kali ini untuk teluk Wondama masih banyak ketenaga medis dan tenaga guru kebutuhan tersebut kata waprak diukurberdasarkan analisis jabatan”

Formasi bidang pendidikan kurang lebih 100 dan kesehatan 100 dan kemudian sarjana teknik dan formasi teknis-teknis seperti PU, Perikanan Pariwisata dan yang terakhir itu umum100. Sementara untuk kuota SMA itu formasi umum dan itu memang diperjuangkan untuk asli Papua hanya asl iPapua untuk pendidikan SMA itu, tutur Waprak.(solfi).