Pembukaan Rakernis II YPK se Tanah Papua

5 Desember 2017 / upload by admin / Informasi Penting

Gubernur Papua Barat : "Kita dituntut untuk menjadi berkat bagi semua orang"

Nubuat Rasul Orang Papua Dominee Izaak Samuel Kijne, yang digenapi

Dominee Izaak Samuel Kijne, seorang Pandita, Guru,Seniman,dan Antropolog berkebangsaan Belanda keturunan Yahudi yang datang dan hidup dan bekerja bagi manusia dan tanah di ujung paling timur belahan bumi ini. Adalah Manusia dengan cultur dan ras Austronesia Melanesia, yang berambut keriting dan berkulit hitam. Neuw Guinea (Papua) yang dikenal terkebelakang dan kanibalisme, yang niscaya menjadi perhatian bangsa lain untuk tinggal dan hidup serta membangun tanah itu (Papua). Setelah tibanya "Injil" di Pulau Mansinam Teluk Doreh yang dibawa oleh Zendeling UZV (Utrecht Zending Vereniging) Pendahulu Carl William Ottow dan Johan Gottlob Geissler (5 Februari 1855).

Dominee Izaak Samuel Kijne di bukit Aitumieri, Miei Teluk Wondama dalam tulisan pribadi dan pernyataan nya "bernubuat" bahwa Sekalipun "orang lain" atau "bangsa lain" dengan kemampuan dan kelebihan yang dimiliki, kepandaian yang tinggi tidak akan memimpin bangsa dan orang Papua, Namun Orang dan Bangsa Papua akan bangkit untuk memimpin dirinya sendiri" hal ini di ungkapkan oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan , yang merupakan putera asli Papua Barat (Arfak) dalam sambutannya pada Pembukaan Acara Rapat Kerja Teknis II YPK se Tanah Papua. Mandacan mengungkapkan bahwa "Nubuat" yang di sampaikan oleh Kijne, benar-benar telah digenapi, ini dapat kita lihat bahwa saat yang menjadi Pimpinan di Tanah ini, seluruhnya dalah Orang Asli Papua. Gubernur Papua dan Gubernur Barat adalah Anak Asli Papua, demikian pula para Bupati, wakil bupati,Walikota ketua Dewan, Kepala OPD dan lain sebagainya. Gubernur yang juga mantan Bupati Manokwari ini berterima kasih dan bersyukur bahwa perjuangan para Pendidik seperti Dominee IS Kijne dan juga para guru dan Zendeling Orang Belanda, Jerman, Guru-guru dari Maluku, Sangir, Manado dan Anak-anak Papua yang di didik menjadi guru, telah meletakan dasar, peradaban orang Papua, Kijne bernubuat " Diatas batu ini, saya meletakan dasar perdaban bangsa Papua" sehingga kini kita sekalian bisa menikmatinya. Gubernur juga menyampaikan bahwa ia teringat akan doa sulung dari Petrus Kafiar bagi kami orang-orang arfak bahwa "Walau pun injil Yesus Kristus terpendam dalam tanah sekali kelak, ia akan bertumbuh, berkecambah dan berbuah" itulah nubuanya, dan kia semua yang hadir, Saya, Bapak Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, kita semua adalah "buah-buah injil kristus" itu dengan dasar kami semua sudah diberkhati maka kami "dituntu" untuk menjadi berkat bagi orang lain, mendai berkat bagi masyarakat, menjadi berkat bagi Indonesia, menjadi berkat bagi Tanah Papua, berkat bagi keluarga dan menjadi berkat bagi semua orang. Untuk itu sebagai Gubernur Papua Barat saya mengajak semua yang ada di Tanah ini, mewujudkan Tanah Papua yang religius, Tanah Papua yang aman, Tanah Papua yang sejahtera, Tanah Papua yang Damai, Tanah Papua yang bermartabat, silahkan jabarkan itu masing- masing sesuai dengan tugas, fungsi dan kapasitas kita masing-masing. Kalau kita lakukan ini dengan baik maka semua yang kita lakukan di Tanah Papua pada umumnya dan lebih khusus di Papua Barat ini akan mendatangkan manfaat bagi banyak orang.

Mandacan juga menambahkan bahwa, Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) adalah Yayasan tertua di Tanah Papua, setelah itu baru mucul yayasan lain seperti YPPPK,YPPGI,YPA bahkan YAPIS. Dari YPK, bapak-bapak dan ibu-ibu yang sejaman dengan saya, ataupun diatas kami, Kita bisa terima injil, kita bisa sekolah, kita bisa tulis, kita bisa baca, dan kita bisa berhitung, oleh sebab itu dasar pendidikan kita adalah YPK, nanti setelah SMP dan SMA baru kita ke sekolah lain, Seperti Negeri atau yayasan lainnya, kisah Mantan Camat (Distrik) di Pulau Yapen ini lagi. Dalam Rapat Kerja Teknis II YPK, Gubernur Papua Barat ini juga Para Bupati dan Walikota se Papua Barat khususnya dan Tanah Papua untuk mendukung YPK, kirannya hasil dari Rakernis ini juga bisa disampaikan kepada Gubernur, sehingga Pemerintah Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) mengetahui apa yang menjadi skala prioritas YPK, sehingga YPK mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/ Kota bagi pengembangan YPK sehingga YPK tetap eksis dan dapat berkompetisi. Gubernur Papua Barat juga menyampaikan bahwa dalam tahun ini Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menganggarkan pembangunan kantor YPK di Manokwari (Papua Barat).

Diakhir dari sambutan Gubernur Papua Barat ini, ia meminta untuk semua pihak mencermati situasi dan kondisi secara Nasional dan diberbagai daerah , kita semua harus menjalin dan menjaga kebersamaan kita, persatuan dan kesatuan, suku, ras, agama dan budaya sehingga Tanah Papua yang damai akan menjadi berkat bagi kita sekalian.