Sarana Telekomunikasi terus dibenahi, wujudkan Visi "Wondama Maju" dibidang Telekomunikasi

5 Desember 2017 / upload by admin / Informasi Penting

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Teluk Wondama: Max A. Morin, S.Sos

Sejak berdiri belasan tahun silam, kabupaten Teluk Wondama mengalami masalah kurangnya sarana komunikasi yang menghubungkan Teluk Wondama dan Daerah lain di Indonesia.

Sejak periode Tahun 2005, masyarakat Teluk Wondama dapat berkomunikasi dengan Telepon seluler walau hanya di kota wasior dan sekitarnya. Sebelumnya untuk berkomunikasi dengan orang diluar wondama dengan memanfaatkan Jaringan Telepon dengan memanfaatkan jaringan VSAT (Tahun 2003), itupun sangat minim kapasitasnya, 1 Unit Warung Telekomunikasi di bangun wasior dengan mengunakan Satelite Telepon dengan jumlah unit Telepon sebanyak 2 (dua) untuk di pakai sebagai sarana komunikasi, walapun bersifat komersil.

Seiring dengan perkembangan kabupaten ini, Pemerintah Daerah Teluk Wondama terus bekerja sama dengan PT. Telkom/ PT. Telkomsel guna menyediakan 1 Unit BTS (base transceiver station) dengan Operator PT.Telkomsel di Tahun 2005, penyediaan layanan jaringan telepon seluler ini mulai menberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. Masyarakat Wasior ( Distrik Wasior) dapat menikmati layanan Telepon Seluler walaupun dalam kapasitas out going sangat terbatas. Dalam waktu yang begitu lama Pemerintah dan pihak operator layanan Telekomunikasi tidak memberikan jamin layanan komunikasi yang baik sehingga masyarakat sangat kesulitan mendapatkan layan telekomukasi sebagai urat nadi pembangunan. Dari kesulitan jaringan layanan telekomunikasi yang dihadapi oleh masyarakat pemerintah daerah, provinsi dan Kabupaten/ kota di Papua Barat benar-benar mengalami "krisis" layanan komunikasi. Kesulitan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat disektor komunikasi ini mengalami "stagnasi" dimana-mana. Diwaktu yang berlanjut Pemerintah menambah kekuatan layanannya dengan membangun sarana. Dua unit BTS di bangun lagi di Manggurai dan satunya lagi di bangun di Sanduai.

Pasca Banjir Bandang Oktober 2010, Pemerintah Pusat melakukan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Korban Bencana Banjir di Wasior dan sekitarnya, banyak bantuan yang disampaikan kepada para korban, Sarana Komunikasi menjadi sesuatu yang "langka" dan Mahal, karena hampir sama sekali sektor ini tidak tersentuh oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Dalam Pemerintahan Kabupaten Teluk Wondama dibawah duet kepemimpinan Bupati Bernadus Imburi dan Wakil Bupati Paulus Y. Indubri ini, merasa bahwa sektor komunikasi ini merupakan keharusan, dimana komunikasi ini sangatlah penting untuk itu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, Pemerintah menyikapi serius pentingnya sektor ini, untuk itu sejak Desember 2016 Pemerintah mengusulkan untuk membentuk suatu lembaga atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang secara khusus menangani sektor komunikasi ini. Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kabupaten Teluk Wondama mengesahkan Peraturan Daerah tersebut, maka terbentuklah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Teluk Wondama.

Di kesempatan lain Pemerintah melantik dan menempatkan personil, dan mempercayakan Max A, Morin, S.Sos sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Sektor ini menjadi penting maka Bupati dan Wakil Bupati menunjukan keseriusan Pemerintah dengan mensuport upaya-upaya yang dilakukan oleh Dinas Kominfo untuk mendapat dukungan sarana dan pra sarana dari Pemerintah Pusat di Jakarta.